Detail Cantuman Kembali
penentuan standar kebutuhan kawat las proses pengelasan MIG (metal inert gas) butt joint dan fillet joint
Pada proses pembangunan kapal ±80% pekerjaan adalah pengelasan, dimana keterampilan dan potensi sangat berpengaruh pada hasil pekerjaan. Standar kebutuhan kawat las sangat dibutuhkan guna mengetauhi kebutuhan kawat las untuk pekerjaan pengelasan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi kebutuhan kawat las dan mencegah terjadinya kebutuhan yang uncontroallable dalam pembangunan kapal aluminium.dengan menggunakan proses las MIG untuk sambungan butt joint 45⁰ dan 60⁰ pada posisi down hand (1G), horizontal (2G), vertical up (3G) dan fillet joint 45⁰ dan 60⁰ pada posisi down hand (1G), horizontal (2G), vertical up (3G). Data diperoleh dengan pengukuran dan pengamatan secara langsung dilapangan pada pekerjaan pengelasan kapal aluminium. Kemudian, data diolah dan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Sehingga diperoleh persamaan standar kebutuhan kawat las(kg), dimana fungsi x adalah fungsi tebal dan fungsi y adalah kebutuhan kawat las yang digunakan (kg). Pada jenis sambungan butt joint 45⁰ posisi 1G Y= 0,1033x-0,2811, 2G Y= 0,145x-0,4428, 3G Y= 0,135x-0,4006 dan butt joint 60⁰ 1G Y= 0,0917x-0,1861, 2G Y= 0,1433x-0,4133, 3G Y= 0,1417x-0,3939. Persamaan standar kebutuhan kawat las dengan jenis sambungan fillet joint 45⁰ 1F Y= 0,09x-0,2067, 2F Y= 0,135x-0,4006, 3F Y= 0,0917x-0,2306 dan fillet joint 60⁰ 1F Y= 0,0933x-0,1889, 2F Y= 0,1283x-0,3439, 3F Y= 0,1017x-0,2761.
621.18.14 Yog p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
xv, 79 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







